RIWAYAT SINGKAT PENULIS

Penulis dilahirkan oleh kedua orang tua, ayah bernama:       Partilu Oktovianus Christiaan (Raja II Nuwewang pulau Letti) dari Mata rumah Halono Nuwewang dan ibu bernama Suriwuwal Chaterina Petrusz dari Mata rumah Eywuri (pulau Kisar). Penulis adalah anak ketiga dari lima orang  bersaudara    kandung   atau anak ke lima dari 7 orang bersaudara tidak kandung. Saudara-saudara  masing-masing: Puitei Angganita Margaritha Christiaan sekarang kawin dengan   Kapt. Slamet Riyanto di Surabaya dan menetap di Jl. Lawu No 62 waru Jawa    Timur dan memiliki dua orang anak masing-masing Oktovina (mahasiswa     Fakultas Hukum Universitas Kristen Petra Surabaya)  dan  Hairmere  Oktovino (Mahasiswa Fakultas Teknik Informatika Universitas Kristen Petra Surabaya), anak kedua (bukan Kandung) Alfonsus Komandeli menikah dengan Yoseba dan memiliki anak: Yuliorina Komandeli (Sarjana Sastra Inggris STIBA Malang), Pieter Komandeli (Mahasiswa Universitas Kristen Maluku), dan  Yosep Komandeli (mahasiswa universitas Kristen Maluku), anak ke tiga (kandung) Loywaru Jan Agus Christiaan menikah dengan Henike dari suku Dayak Kalimantan Timur dan dikaruniai tiga orang anak masing: Rarahere Christiaan (Mahasiswa Fakultas Hubungan Internasional Universitas Brawijaya Malang), Lelihair Christiaan dan Kiki Christiaan, anak keempat Abraham Christiaan (bukan kandung- anak dari Wilhelmus Francis dan Sarah Christiaan) menikah dengan Lalang dari Jakarta, anak kelima adalah penulis sendiri (Drs.Hendrik Natalus Christiaan, MH) dan menikah dengan Trisilowati dari Nganjuk dan memiliki anak masing-masing: Rarahere Ekawati Christiaan (Sarjana Teknologi Informatika Universitas Machung Malang), Sanadi Ferdinand Resta Christiaan (Mahasiswa Fakultas Teknologi Informatika Universitas Machung Malang) dan Partilu Reymon Okto Christiaan, anak ke enam adalah Sukimanumere John Abraham Christiaan, SH (Pengacara di Surabaya) dan menikah dengan Dewi dan memiliki anak : Putri, Aldi dan Rarakarina Christiaan dan anak ketujuh adalah Sauloro Esau Moses Christiaan dan menikah dengan Kartini Bone dan memiliki anak Eka Christiaan.

Penulis lahir di Nuwewang pulau Letti pada tahun 1960, dan pindah ke Wonrely pulau kisar karena ayah yang sebagai Raja di Nuwewang pulau Letti diusir oleh beberapa matarumah di Nuwewang pulau Letti (Wohrupun, upsayan lor, Upsayan Ryae) yang tidak suka dengan Kepemimpinannya dan sejak umur lima tahun berada di Wonrely pulau Kisar yang sekarang menjadi ibu kota sementara Kabupaten Maluku Barat Daya dan mulai bersekolah di SD Gereja Protestan Maluku di Wonreli Kisar dan menyelesaikan di SD GPM Wonreli tahun 1974, melanjutkan ke SMP Negeri Wonreli Kisar dan tamat tahun 1977, dan me;anjutkan ke SMA Negeri 3 Ambon di Poka dan tamat tahun 1981, kemudian tahun 1983  melanjutkan kuliah pada Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya hanya sampai dengan semester 3 dan masuk ke Sekolah Bintara Militer Sukarela Polri di Depo Pendidikan dan Latihan 010 tahun 1984 di Mojokerto Jawa Timur selama 1(satu) tahun dan tamat tahun 1985 dengan pangkat Sersan Dua dan ditempatkan di Satuan Samapta Bhayangkara Polresta Malang dimana Kepala Satuan Sabhara Polresta Malang pada waktu itu adalah Kapten Suradi sedangkan Kapolresta Malang pada saat itu adalah Letnan Kolonel Drs.Djuaheri Martoprawiro, tahun  1986 ditugaskan pada Penjagaan Satuan Lalulintas Polresta Malang yang Kepala Satuan Lalulintas adalah Kapten Soekidjo , tahun 1986 ditugaskan pada Resmob Satuan Reserse kriminal Polresta Malang kemudian mendaftar menjadi Mahasiswa Sekolah Tinggi Bahasa dan Sastra dan pada April 1988 dinaikan pangkat menjadi Sersan Satu,  pada tanggal 6 September 1989 menikah di catatan sipil dan di  GPIB Imanuel Malang dan ditahun 1989 di pilih mewakili Polda Jawa Timur untuk dipersiapkan menjadi Pasukan Perserikatan Bangsa-bang di Namibia Afrika selatan namun tidak diberangkatkan Kontingen Garuda yang dipersiapkan ini karena Pemilu di Namibia telah berakhir dan berlangsung dengan aman, tahun 1992 dipilih untuk mengikuti seleksi di Markas Besar Angkatan Bersenjata Republik Indonesia di Cilangkap dan akhirnya di berangkatkan sebagai anggota Kontingen Garuda XII C Pasukan Perdamaian Bangsa-bangsa di Kamboja dan ditempatkan di Propinsi Pursat (Poethisat) bersama 15 personil Polri dari berbagai daerah di Indonesia dan yang menjadi Senior di Propinsi tersebut adalah Letnan Dua Edy sedangkan Kontingen Garuda XIIC ini dipimpin oleh Mayor Polisi Husni Thamrin dan setelah di Kamboja bergabung dengan Kontingen Garuda XIIB dan kemudian di ganti oleh Garuda XII-D yang dipimpin oleh Kolonel Polisi R Roesdihardjo (mantan Kapolri) dan Kepala Polisi PBB di Propinsi Pursat saat itu adalah Kolonel Polisi dari Ghana sedangkan wakilnya adalah Kapten Polisi Bambang Hermanu dan tahun 1992 itu juga di Kamboja dinaikan pangkatnya menjadi Sersan Kepala. Tahun 1993 menerima Tanda Jasah dari Perserikatan Bangsa-bangsa berupa Medali dan penghargaan United Nation Peace Keeping Force in Cambodia dan kembali ke tanah air dan ditanah air  menerima penghargaan berupa Shanti Dharma dari Markas Besar Angkatan Bersenjata Republik Indonesia  dan setelah itu  kembali bertugas di satuan Reserse Kriminal Polresta Malang dan kembali menerima Penghargaan dari Kapolda Jatim atas pengabdian kepada bangsa dan negara dengan menjadi anggota PBB di Kamboja dan juga menerima Satya lencana kesetiaan 8 tahun dari Markas Besar kepolisian Republik Indonesia tahun 1994 di wisudah menjadi Sarjana Sastra Inggris dari Sekolah Tinggi Bahasa dan Sastra Malang (Stiba), tahun 1996 kenaikan pangkat dari Sersan Kepala ke sersan Mayor, tahun 1997 mengikuti pendidikan di Sekolah Pembentukan Perwira Polri di Sekolah Calon Perwira Polri di Sukabumi Jawa Barat dan Tamat tahun 1998 dengan Pangkat Letnan Dua Polisi dan ditempatkan di Polda Nusa Tenggara Barat di Mataram dengan jabatan Perwira Pertama staf  Pusat Pengendalian Operasi (Puskodal Ops) Polda NTB, tahun 1999 diangkat dalam jabatan sebagai Wakil Kepala Satuan (Wakasat) Sabhara Polres Lombok Barat di Mataram, tahun 2000 diangkat dalam jabatan sebagai Kepala Unit Reserse Inteligen (Kanit Resintel) Polsek Kota Cakranegara di Sweta dan ditahun 2000 itu juga terjadi kerusuhan di Lombok Barat, selanjutnya ditahun 2000 itu juga dipanggil untuk mengikuti seleksi di Sekolah Lanjutan Perwira (Selapa) Polri di Ciputat Jakarta bersama dengan empat peserta lainnya dari Polda NTB masing-masing: Kapten Polisi Rudi, Letnan Satu Polisi Hartono, Letnan Satu Polisi Putrandi, Letnan Satu Polisi Heru, sedangkan penulis pada waktu itu berpangkat Letnan Dua Polisi dan dari hasil seleksi hanya penulis yang lolos seleksi dan diberangkatkan ke Boznia Herzegovina dalam misi perdamaian dengan nama Kontingent Garuda XIV dengan misi Peace Bulding dibawah kendali Komandan Kontingen Letnan Kolonel Boy Salamuddin dan setelah di Bosnia penulis di tempatkan di Propinsi Doboy dan bergabung dengan Civilian Police dari berbagai Negara dan tinggal di Modrica dan  di tugaskan sebagai Collocator di Vukosjaflje. Pada bulan Agustus 2000 pernah meraih Medali dan paigam penghargaan dari Denmark Troops berupa Dancon March karena mengikuti cross country antar negara peserta PBB. Tahun 2001 kembali ke tanah air namun sebelum kembali diberikan penghargaan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa berupa Piagam Penghargaan dan Medali Peace Building Mission in Bosnia Herzegovina dan kembali ke tanah air mendapat penghargaan dari pemerintah Indonesia dengan berupa Shanti Dharma dan kembali bertugas sebagai Kanit Resintel Polsekta Cakranegara dan selanjutnya tahun 2001 itu juga dimutasikan ke Polda Jatim sebagai Kepala Urusan Pembinaan Operasi (Kaurbinops) Binamitra Polresta malang, ditahun 2002 di tempatkan di Polsekta Blimbing sebagai Wakil Kepala Kepolisian Sektor Blimbing dan mendapat kenaikan pangkat menjadi Inspektur Polisi Tk I , dan tahun 2003 diangkat dalam jabatan sebagai Kepala Satuan Narkotika dan Obat Berbahaya Polresta Malang, di tahun 2005 naik pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Ajun Komisaris Polisi dan ditahun 2005 itu juga mengikuti seleksi di Komisi pemberantasan Korupsi dan lulus dan di tugaskan sebagai Penyelidik dan Penyidik pada Komisi Pemberantasan Korupsi, tahun 2007 mengikuti Kuliah untuk S-2 di Pasca Sarjana Sekolah Tinggi IBLAM Jakarta dan menyelesaikan kuliah dan meraih gelar Master Hukum (MH) tahun 2009, tahun 2008 mengikuti Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan III (Diklatpim III) setara Selapa atau PTIK dan Juli 2009 naik pangkat menjadi Komisaris Polisi dan sampai tulisan ini di rilis masih menjabat sebagai Penyidik Madya Ahli pada Komisi Pemberantasan Korupsi.

2 Comments

Filed under Uncategorized

2 responses to “RIWAYAT SINGKAT PENULIS

  1. selamat sore, saya mau tanya, nama belakang Dale itu marga orang NTT ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s